Postingan

SEJARAH ASTRONOMI ISLAM

  Periode Astronomi Islam disebut juga "Zaman Keemasan Islam" atau "House of Wisdom Era". Rentang 800-1400 M ini merupakan jembatan kritis antara astronomi Yunani dengan Revolusi Copernicus. Ciri utama: semangat ilmiah, institusionalisasi observatorium, perbaikan data, dan penerjemahan sistematis. A. Konteks Sejarah a. Bayt al-Hikmah "House of Wisdom" Baghdad 830 M   Didirikan Khalifah Al-Ma'mun. Fungsi seperti "LIPI + Lapan + Perpustakaan Nasional" era modern. Astronom, matematikawan, penerjemah dari Yunani, India, Persia dikumpulkan di sini. b. Motivasi Religius dan Ilmiah   Islam mewajibkan umat menentukan 3 hal astronomis:   1. Arah kiblat ke Ka'bah dari seluruh dunia → lahir trigonometri bola   2. Waktu salat 5 waktu berdasarkan posisi matahari   3. Awal bulan Hijriah berdasarkan hilal   Motivasi religius ini mendorong presisi data, bukan sekadar filsafat seperti Yunani. c. Semboyan Ilmuwan Muslim "Ilmu tanpa data ada...

SEJARAH ASTRONOMI PRA ILMIAH

  Astronomi pra-ilmiah adalah fase awal perkembangan astronomi sebelum munculnya metode ilmiah modern. Ciri utamanya: pengamatan dilakukan dengan mata telanjang, motivasi utama religius/pertanian/navigasi, dan penjelasan fenomena masih bercampur mitos. Periode ini berlangsung ±3500 tahun dan menjadi fondasi semua astronomi selanjutnya. A. Ciri Umum Astronomi Pra-Ilmiah a. Instrumen  Tanpa teleskop. Hanya gnomon, tiang bayangan, astrolabe sederhana, dan pengamatan horizon. b. Metode Empiris-kualitatif. Mencatat pola berulang tanpa hukum fisika. c. Tujuan Kalender pertanian, penentuan waktu ibadah, navigasi, astrologi/ramalan. d. Model Alam Semesta  Bumi datar/bulat di pusat alam semesta. Langit dianggap kubah padat. B. Tiga Peradaban Utama Astronomi Pra-Ilmiah a. Mesopotamia & Babilonia 3000-500 SM - "Pencatat Langit Pertama" Masyarakat agraris di sungai Tigris-Eufrat butuh kalender tanam.   Pencapaian : 1. Pencatatan Sistematis  Tablet tanah liat Enuma ...

SUMBER BAHAN MAKANAN MINERAL

    A. Pengertian Sumber Bahan Makanan Mineral Sumber bahan makanan mineral adalah bahan pangan hewani, nabati, dan pangan fortifikasi yang mengandung mineral dalam jumlah dan bentuk yang dapat dimanfaatkan oleh tubuh. Kandungan mineral dalam bahan makanan sangat bervariasi tergantung pada jenis pangan, kandungan mineral tanah dan air tempat pangan tersebut dihasilkan, proses pengolahan, dan bioavailabilitas mineral tersebut. Secara umum, pangan hewani memiliki bioavailabilitas mineral yang lebih tinggi daripada pangan nabati karena rendahnya kandungan penghambat seperti fitat (Almatsier, 2009; Gropper & Smith, 2013). B . Sumber Bahan Makanan Mineral Makro 1. Kalsium  Sumber utama: Susu dan hasil olahannya (susu, keju, yoghurt), ikan yang dimakan bersama tulangnya (teri, sarden), tahu dan tempe yang diolah dengan kalsium sulfat, sayuran hijau gelap (brokoli, bok choy, daun singkong), almond, dan biji wijen. Bioavailabilitas kalsium susu sekitar 30%, sedangkan dari bay...

ANGKA KECUKUPAN MINERAL

  A Pengertian Angka Kecukupan Mineral      Angka Kecukupan Gizi (AKG) mineral adalah nilai rata-rata kecukupan mineral per hari yang dianjurkan untuk hampir semua orang sehat (97,5%) dalam kelompok umur, jenis kelamin, dan kondisi fisiologis tertentu untuk mencapai derajat kesehatan optimal, mencegah defisiensi, dan menghindari toksisitas. B.  Dasar Penetapan AKG di Indonesia    .. Di Indonesia, AKG ditetapkan melalui Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2019 tentang Angka Kecukupan Gizi yang Dianjurkan untuk Masyarakat Indonesia, yang disusun berdasarkan Widyakarya Nasional Pangan dan Gizi dengan mempertimbangkan pola konsumsi, berat badan referensi, dan bioavailabilitas diet masyarakat Indonesia. C.  Komponen dalam AKG Mineral 1.  EAR (Estimated Average Requirement)  Rata-rata asupan harian yang diperkirakan memenuhi kebutuhan 50% individu sehat dalam kelompok tertentu. 2.  RDA (Recommended...

KEBUTUHAN MINERAL

  A. Pengertian Kebutuhan Mineral Kebutuhan mineral adalah jumlah mineral minimum yang harus diperoleh dari makanan setiap hari untuk mempertahankan fungsi fisiologis normal, menggantikan kehilangan basal, mendukung pertumbuhan dan reproduksi, serta mencegah defisiens.  Mineral bersifat individual dan dipengaruhi oleh usia, jenis kelamin, kondisi fisiologis, tingkat aktivitas, dan bioavailabilitas diet. Konsep kebutuhan mineral menjadi dasar penetapan Angka Kecukupan Gizi (AKG) sebagai acuan populasi (Almatsier, 2009; Gropper & Smith, 2013). B. Komponen Kebutuhan Mineral 1. Kebutuhan untuk Pemeliharaan (Maintenance)  Mineral diperlukan untuk menggantikan kehilangan wajib (obligatory losses) melalui urin, feses endogen, keringat, kulit, rambut, dan menstruasi.  Contohnya kehilangan zat besi basal sekitar 0,9 mg/hari pada laki-laki dan 1,3-1,5 mg/hari pada perempuan usia subur akibat menstruasi, serta kehilangan kalsium wajib sekitar 200-250 mg/hari. 2. Kebutuhan u...